Perkuat Sistem Penjaminan Mutu Pascasarjana Melalui Benchmarking ke SPS UPI Bandung
Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia (SPS UPI) Bandung pada 2–5 Oktober 2025. Kegiatan ini difokuskan pada pendalaman praktik pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) pasca transisi pengelolaan Program Studi Magister dan Doktor monodisiplin ke fakultas.
Rombongan PPs UNM diterima oleh jajaran pimpinan SPS UPI dan melaksanakan diskusi mendalam terkait tata kelola siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan) mutu akademik. SPS UPI menjelaskan bahwa meskipun sebagian program studi telah dikelola oleh fakultas, penjaminan mutu tetap terpusat di Sekolah Pascasarjana untuk menjaga keseragaman standar dan kualitas lulusan.
Melalui kegiatan ini, PPs UNM memperoleh pemahaman mengenai pembagian peran antara SPS dan fakultas dalam pengelolaan mutu, strategi koordinasi dalam pelaksanaan monitoring dan evaluasi pembelajaran, serta pengembangan standar mutu akademik tambahan berbasis karakteristik keilmuan. Selain itu, kegiatan juga mencakup observasi sarana prasarana akademik sebagai pendukung layanan pascasarjana.
Direktur Program Pascasarjana UNM, Prof. Dr. Sapto Haryoko, M.Pd., menyampaikan bahwa pengalaman SPS UPI memberikan rujukan penting dalam penataan mutu akademik pada lingkungan PPs UNM yang saat ini juga berada dalam fase penguatan kelembagaan.
“Kegiatan benchmarking ini memberikan gambaran nyata mengenai bagaimana sistem penjaminan mutu tetap dapat berjalan konsisten meskipun terjadi perubahan struktur pengelolaan program studi. SPS UPI menunjukkan bahwa koordinasi kelembagaan, sistem basis data mutu terintegrasi, dan siklus evaluasi yang teratur adalah kunci dalam menjaga mutu pendidikan pascasarjana,” ujarnya.
Beliau menambahkan bahwa hasil benchmarking ini akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk penyusunan panduan kerja sistem mutu terpadu.
“PPs UNM akan memperkuat mekanisme koordinasi penjaminan mutu antara unit pascasarjana dan fakultas, serta menyusun SOP pelaksanaan PPEPP yang jelas. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa seluruh program studi, baik yang berada di fakultas maupun yang tetap di kelola PPs, berjalan dengan standar mutu yang sama,” jelas Prof. Sapto.
Kegiatan benchmarking ini diharapkan memperkuat arah pengembangan mutu akademik di PPs UNM serta menjadi dasar dalam penyelarasan tata kelola pascasarjana yang berorientasi pada peningkatan daya saing lulusan dan reputasi akademik institusi.
