Benchmarking ke SPs UNJ, Dorong Penguatan Tata Kelola Akademik Pascasarjana
Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) melaksanakan kegiatan benchmarking ke Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (SPs UNJ) pada 3–5 November 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola akademik, sistem pengelolaan program studi, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan pada tingkat Magister dan Doktor. Rombongan PPs UNM diterima langsung oleh pimpinan SPs UNJ dan melakukan diskusi strategis terkait pengelolaan akademik pascasarjana.
Dalam pelaksanaan benchmarking tersebut, PPs UNM memperoleh gambaran mengenai model pengelolaan program studi monodisiplin yang dilaksanakan pada fakultas sebagai upaya penyelarasan kurikulum antar jenjang Sarjana, Magister, dan Doktor. Di sisi lain, program multidisiplin, interdisiplin, dan transdisiplin tetap dikelola oleh SPs UNJ sebagai mandat struktural lembaga pascasarjana. Pendekatan ini menekankan kesiapan fakultas dalam hal sumber daya manusia, sarana prasarana, serta pengelolaan data akademik agar pelaksanaan pendidikan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Selain itu, informasi mengenai pengelolaan Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) di SPs UNJ menjadi salah satu aspek penting yang dicermati. Pengelolaan tersebut dilaksanakan berdasarkan keputusan rektor dan persetujuan senat universitas dengan koordinasi yang kuat antara fakultas, program studi, dan unit penjaminan mutu.
Pada aspek penjaminan mutu, SPs UNJ menerapkan monitoring dan evaluasi pembelajaran setiap semester dengan fokus pada pelaksanaan perkuliahan dan capaian pembelajaran lulusan (CPL). Selain standar nasional, SPs UNJ mengembangkan standar tambahan sesuai karakteristik fakultas untuk memperkuat budaya mutu internal. Sementara itu, dalam penguatan tridarma, SPs UNJ menyediakan hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan bahan ajar bagi dosen, yang berdampak pada meningkatnya produktivitas akademik dan publikasi ilmiah.
Selaku Wakil Direktur I Bidang Akademik PPs UNM, Prof. Dr. Wahira, M.Pd., menjelaskan bahwa hasil benchmarking ini menjadi rujukan penting dalam penguatan tata kelola akademik PPs UNM ke depan.
“Model tata kelola yang diterapkan SPs UNJ memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana program monodisiplin dan multidisiplin dapat dikelola secara terstruktur dan bertahap. Hal ini menjadi referensi bagi PPs UNM untuk menyiapkan peta kesiapan fakultas dalam pelaksanaan program pascasarjana secara berkelanjutan,” jelas Prof. Wahira.
Ia juga menambahkan bahwa PPs UNM akan memperkuat kebijakan akademik berbasis publikasi ilmiah dan peningkatan dukungan terhadap tridarma dosen.
“Ke depan, kami akan memperkuat konsistensi kebijakan publikasi mahasiswa serta mengembangkan skema hibah internal yang mendorong peningkatan penelitian dan pengabdian masyarakat. Ini penting untuk mendukung peningkatan mutu akademik dan reputasi PPs UNM,” ujarnya.
Hasil benchmarking tersebut selanjutnya ditindaklanjuti melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PPs UNM dan SPs UNJ. Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan penelitian bersama, pertukaran narasumber akademik, kolaborasi seminar dan konferensi ilmiah, serta pengembangan program akademik pascasarjana berbasis penguatan kualitas lulusan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jaringan kolaborasi akademik sekaligus meningkatkan kapasitas kelembagaan PPs UNM dalam mewujudkan layanan pendidikan pascasarjana yang unggul, berkelanjutan, dan berdaya saing.
