PPs UNM Gelar Workshop Penghitungan Unit Cost SPP Program Magister dan Doktor
Makassar — Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (PPs UNM) menggelar Workshop Penghitungan Unit Cost SPP Program Magister dan Doktor pada 10–11 April 2026 di Hotel Remcy Panakkukang, Makassar. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Sapto Haryoko, M.Pd.
Workshop ini diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola pembiayaan pendidikan di lingkungan PPs UNM, khususnya dalam penyusunan komponen biaya untuk program magister dan doktor. Kegiatan tersebut menghadirkan unsur pimpinan dan pihak terkait untuk membahas secara lebih mendalam mekanisme perhitungan unit cost yang akurat, rasional, dan sesuai dengan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan pascasarjana.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Sapto Haryoko, M.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini penting untuk memberikan gambaran yang lebih jelas terkait perhitungan penggunaan anggaran yang bersumber dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa. Menurutnya, hasil workshop ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Program Pascasarjana dalam menentukan komponen biaya yang tepat bagi program magister dan doktor.
“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran terkait perhitungan penggunaan anggaran dari UKT mahasiswa, sehingga bisa menjadi acuan bagi PPs dalam menentukan komponen biaya untuk program magister dan doktor,” ujarnya.
Melalui workshop ini, PPs UNM diharapkan mampu menyusun perencanaan anggaran yang lebih terukur, transparan, dan akuntabel. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi forum strategis untuk menyamakan persepsi antarunit dalam pengelolaan pembiayaan pendidikan pascasarjana, sehingga mendukung peningkatan mutu layanan akademik dan tata kelola kelembagaan di Universitas Negeri Makassar.
Pelaksanaan workshop ini menunjukkan komitmen PPs UNM untuk terus memperkuat sistem pengelolaan pendidikan tinggi yang efektif dan berorientasi pada mutu. Dengan adanya perhitungan unit cost yang lebih komprehensif, diharapkan pengembangan program magister dan doktor ke depan dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
